Kamis, 04 Agustus 2011

gout

Penyakit Gout

                                                              by, ilank putra akper_buton


Gout adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan asam urat pada sendi. Ini hasil dari tingkat darah asam urat terkemuka (hyperuricemia), yang terjadi ketika hati memproduksi asam urat melebihi yang dapat dikeluarkan melalui  urin, atau ketika melakukan diet high in rich foods (misalnya, daging merah, saus krim,  anggur merah) menghasilkan asam urat dari ginjal dapat menyaring dari darah. Seiring waktu, asam urat dalam darah mengkristal dan menetap di ruang yang sama, menyebabkan tonjolan, peradangan, kekakuan, dan rasa sakit. Gout memiliki divisi yang unik sebagai salah satu penyakit medis yang paling teratur dicatat sepanjang sejarah. Hal ini sering berhubungan dengan kelainan mewarisi kemampuan tubuh untuk proses asam urat. Penyebab Asam urat Keberadaan kristal asam urat dalam sendi menyebabkan radang sendi. Asam urat terbentuk di seluruh metabolisme makanan dan struktur dari jaringan tubuh. Ketika  kadar asam urat dalam darah meninggi dari tingkat normal, terbentuk kristal mikroskopis asam urat di sendi. Kristal ini menyebabkan radang sendi.
Gejala Gout :
1. Peradangan,
2. Bengkak,
3. Nyeri pada sendi yang terkena.  
4. Menyentuh atau memindahkan sendi sangat menyakitkan. 
         
         Pengobatan Gout Mencegah serangan gout akut adalah sama  pentingnya dengan merawat arthritis akut. Pencegahan gout akut melibatkan pertahanan asupan cukup cairan, mengurangi berat badan, perubahan diet, pengurangan  alkohol, dan obat-obatan untuk mengurangi hyperuricemia. Menjaga asupan cairan yang cukup membantu mencegah serangan gout akut. Asupan cairan yang memadai juga mengurangi risiko batu ginjal konfigurasi pada pasien dengan gout. Alkohol dikenal memiliki barang-barang diuretik yang dapat menambah dehidrasi dan impulsif serangan gout akut  
Home remedies untuk Asam urat 
1. Termasuk buah-buahan seperti apel, pisang, anggur, dll dalam diet Anda. Pasien menderita gout harus makan apel setidaknya 3-4 hari. Anggur juga sangat membantu dalam gout karena membersihkan dari asam beracun yang menyertai asam urat. Pisang adalah buah yang sangat berguna untuk pasien yang menderita gout. Pasien harus diberikan pisang 6-8 hari. Jika pasien dapat bertahan hidup pada tanaman pisang-diet paling tidak selama 2-4 hari maka akan sangat manjur dalam menyembuhkan asam urat.  
2. Kubis juga digunakan untuk mengobati asam urat. Ambil dua-tiga daun kubis dan direbus dalam air sampai menjadi lembut. Tiriskan air dari kubis dan membungkusnya dengan kain berlubang. Menutupi area yang terinfeksi dengan ini. Menyimpannya untuk beberapa jam, ulangi proses ini 2-4 kali sehari. Ini akan sangat efektif dalam relief gout nyeri.

3. Siapkan salep pijat dengan penambahan cuka dan kelopak mawar. Ambil 3-4 sendok makan cuka dan tambahkan 8-9 kelopak mawar. Rebus kombinasi antara lain bahwa kedua bahan campuran sepenuhnya. Dengan lembut gosokkan campuran ini ke daerah yang terkena.

4. Anda juga dapat mempersiapkan sebuah salep dengan mencampur 60 ml air cuka dan masing-masing. Biarkan hingga mendidih, kemudian tambahkan 1-2 sendok teh lada hitam. Tenang dan kemudian diam-diam pijat di daerah yang terkena. Hal ini akan memberikan bantuan yang cepat dari nyeri sendi.  
5. Madu juga digunakan dalam pengobatan asam urat. Ambil 3-4 sendok teh cuka apel dan madu menghapus masing-masing. tambahkan ke dalam air gelas.Aduk rata dan mendapatkan ini 3-4 kali sehari

Penyakit Gout dan Artritis Gout

Tingginya kadar asam urat serum atau hiperurisemia bisa menimbulkan penyakit gout atau penyakit pirai (penyakit akibat pengendapan kristal Mono Sodium Urat/MSU) di jaringan. Arti/istilah Gout berasal dari kata gutta, berarti tetesan. Dahulu kala gout dianggap akibat adanya tetesan jahat yang masuk ke dalam sendi.
Endapan kristal MSU di jaringan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti:
• Peradangan sendi akut.
• Peradangan sendi kronik berulang (disebut arthritis gout).
• Timbulnya tofi, akibat akumulasi kristal MSU di persen-dian, tulang rawan, atau jaringan lunak.
• Terganggunya fungsi ginjal (nefropati gout).
• Terbentuknya batu asam urat di ginjal.
Kelompok kelainan ini memiliki ciri-ciri klinis yang sama, yaitu:
• Hiperurisemia.
• Serangan artritis akut yang dipicu oleh kristalisasi urat di dalam persendian.
• Masa interval yang asimtomatis.
• Akhirnya.
•terbentuk tofus gout yang kronik dan artritis.
Hiperurisemia sangat penting pada penyakit gout kendati hanya sebagian kecil pasien hiperurisemia yang menderita penyakit gout. Sebagian besar kasus terjadi pada laki-laki (sesudah usia 20-an); wanita sebelum menopause hampir tidak pernah terkena penyakit ini.
Patogenesis
Terbentuk bentuk primer dan sekunder:
• Primer (90% dari semua hasus): Mayoritas bersifat idiopatik (>95%), memiliki pewarisan yang multifaktorial dan berkaitan dengan produksi berlebih asam urat dengan ekskresi asam urat yang normal atau meningkat atau produksi asam urat yang normal dengan ekskresi yang kurang; penggunaan alkohol dan obesitas merupakan faktor predisposisi. Kasus primer dengan persentase yang kecil berkaitan dengan defek enzim tertentu (misalnya defisiensi parsial enzim HGPRT [hypoxanthine-guanine phosphoribosyltransferase] yang berkaitan dengan kromosom X).
• Sekunder (10% dari semua hasus): Sebagian besar berkaitan dengan peningkatan pergantian asam nukleat yang terjadi pada hemolisis kronik, polisitemia, leukemia dan limfoma. Yang lebih jarang ditemukan adalah pemakaian obatobatan (khususnya diuretik, aspirin, asam nikotinat dan etanol) atau gagal ginjal kronik yang menimbulkan hiperurisemia simtomatik. Intoksikasi timbal (timah hitam) dapat menyebabkan penyakit saturnine gout. Kadang-kadang defek enzim tertentu yang menyebabkan penyakit von Gierke (penyakit simpanan glikogenlglycogen storage disease tipe I) dan sindrom Lesch-Nyhan (dengan defisiensi total HGPRT yang hanya terlihat pada laki-laki serta disertai defisit neurologis) menimbulkan keluhan clan gejala penyakit gout.
Morfologi
Artritis gout (gouty arthritis) menggambarkan suatu sinovitis inflamatorik akut yang bersifat monoartikular atau oligoartikular dan ditimbulkan oleh pembentukan kristal urat di dalam persendian. ‘
• Kristal yang berbentuk jarum memiliki sifat birefringen ketika disinari dengan cahaya polarisasi.
• Kristal tersebut mengaktifkan faktor XII (faktor Hageman) dengan Jnenghasilkan kemoatraktan (misalnya C3a serta 5a) dan mediator inflamasi. Sel-sel neutrofil dan makrofag berkumpul dalam persendian dan memfagositosis kristal urat sehingga terjadi pelepasan enzim lisosom, radikal bebas yang toksik, ILL IL6, IL8, TNF-a, prostaglandin dan leukotrien yang secara kolektif menimbulkan sinovitis akut.
• Artritis kronik timbul akibat presipitasi progresif senyawa urat ke dalam dinding sinovia persendian setelah terjadinya serangan rekuren artritis yang akut.
• Tofus merupakan lesi patognomonis penyakit gout—suatu massa senyawa urat yang dapat berbentuk kristal atau amorf dan dikelilingi oleh reaksi peradangan yang intensif dan tersusun dari makrofag, limfosit, fibroblas serta sel-sel raksasa benda asing. Tofus cenderung timbul pada telinga, olekranon dan bursa patela serta di dalam ligamen periartikular dan jaringan ikat.
• Terdapat tiga tipe penyakit ginjal yang terjadi akibat hiperurisemia: Nefropati asam urat (pengendapan urat intratubulus),
Nefrolitiasis, Nefropati urat yang kronik (pengendapan urat interstisial).
Gambaran Klinis
Sekitar 50% serangan pertama artritis gout yang akut akan mengenai ibu jari kaki atau yang lebih jarang lagi, punggung kaki, pergelangan kaki atau tumit.
• Kadang-kadang kelelahan fisik atau emosional, konsumsi minuman beralkohol atau makanan secara berlebihan mendahului serangan artritis gout.
• Serangan inisial mereda secara spontan atau dengan terapi tetapi biasanya serangan berikutnya akan timbul kembali dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun.
• Persendian lainnya dapat terkena dan rekurensi yang multipel menyebabkan artritis gout yang kronik.
• Sekitar 90% pasien artritis gout kronik akan mengalami gangguan ginjal.
• Terapi urikosurik efektif untuk mengendalikan serangan gout.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan terapi arthritis gout sebaiknya mengikuti pedoman terapi sebagai berikut:
• Hentikan serangan nyeri yang hebat pada serangan arthritis gout akut.
• Berikan kolkisin sebagai pencegahan terhadap serangan berulang dari arthritis gout.
• Evaluasi kadar asam urat dalam urin selama 24 jam setelah terapi nonfarmakologi diberikan yaitu diet rendah purin dijalankan.
• Penanggulangan untuk arthritis gout kronis. Adapun pengobatan arthritis gout dibagi atas:
1. Serangan akut
Cara yang efektif dan sederhana mengatasi serangan arthritis gout yang akut adalah penggunaan obat-obat antiinflamasi nonsteroid. Kesembuhan akan terlihat dalam waktu 24 jam dan gejalanya menghilang setelah 3 hari. Preparat colchicine IV dengan takaran 1-2 mg yang diencerkan dengan larutan NaC1 0,9% dan disuntikkan selama waktu 20 menit merupakan preparat yang sangat efektif untuk meredakan gejala yang akut. Preparat colchicine oral dengan takaran 0,5 mg 2 x
sehari hingga 4 x sehari selama 2 sampai 3 hari mungkin diper-lukan untuk kesembuhan total. Namun karena efek sampingnya yaitu timbulnya gejala toksisitas gastrointestinal, pengobatan ini sudah mulai ditinggalkan.
Tindakan efektif lainnya yaitu dengan cara pungsi cairan sinovia dan penyuntikan deposteroid dengan dosis 40 mg (triamsinolon). Tindakan ini efektif terutama pada pasien yang tidak mendapat pengobatan per oral atau tidak dapat mentolerir pemakaian NSAID ataupun colchicine.
Preparat urikosurik dan alopurinol harus dihindari selama serangan akut. Insidensi terjadinya arthritis gout akut yang rekuren dapat diturunkan dengan pemberian colchicine 2 x 0,5 mg/hari dalam jangka waktu lama.
2. Tindakan untuk menurunkan kadar asam urat serum
Tindakan untuk menurunkan kadar asam urat serum dapat diberikan preparat urikosurik yang salah satunya adalah probenesid dengan dosis 500 mg tiap 12 jam dan dapat di-tingkatkan hingga mencapai 3 gram/hari untuk kadar asam urat serum sampai 6 mg/dl. Alternatif lain dapat diberikan sulfinpirazon yang relatif bekerja singkat dan hams diberikan tiap 6 jam dengan dosis terbagi yang berkisar dari 300-1.000 mg/hari.
Allopurinol merupakan preparat urikosurik yang sangat efektif bekerja dengan menyekat lintasan metabolik yang memproduksi asam urat, khususnya dengan menghambat kerja enzim xantin oksidase. Dosis sebesar 2 x 100 mg/hari dapat ditingkatkan hingga mencapai dosis 600 mg/hari untuk men-dapatkan efek yang diinginkan. Pada penyakit gout dengan tofus yang berat, preparat alopurinol dapat digunakan bersama-sama preparat urikosurik lainnya.

Daftar Pustaka
Rematik, Asam Urat, Hiperurisemia, Arthritis Gout Oleh Misnadiarly
BS Dasar Patologis penyakit ed 7 Oleh Mitchell, Kumar, Abbas & Fausto
keperawatan oleh ilham_cha@ymail.com. ilankcha.blogspot.com